Selamat pagi
Bagaimana kabar mentariku pagi ini?
Tetap hangat?
tapi, kenapa aku tak merasakan hangatnya lagi?
Dia menghindariku?
Mungkin :(
ah.. Kicauan burung membuat rindu semakin terasa
Semakin menyiksa
Sabtu, 25 Januari 2014
Jumat, 24 Januari 2014
Benciku, saat Kau Hilang
Diposting oleh
Iir DJJ
di
05.54
Haruskah sesakit ini caraku mencintaimu?
Haruskah dengan jutaan tetes air mata aku menunjukkan sayangku?
dan haruskah dengan goresan belati aku membunuh rasaku?
Kasih...
Kau berada dalam pikirku
Kau berada dalam jiwaku
Kau berada dalam mimpiku
Apa kau tak pernah sedikitpun mengerti aku?
Aku perempuan..
Yang berhati mati saat mencintaimu
Hanya suaramu yang ku dengar
Hanya bayangmu yang slalu hadir di belakangku
Hanya matamu yang mampu tenangkan aku
Haruskah dengan jutaan tetes air mata aku menunjukkan sayangku?
dan haruskah dengan goresan belati aku membunuh rasaku?
Kasih...
Kau berada dalam pikirku
Kau berada dalam jiwaku
Kau berada dalam mimpiku
Apa kau tak pernah sedikitpun mengerti aku?
Aku perempuan..
Yang berhati mati saat mencintaimu
Hanya suaramu yang ku dengar
Hanya bayangmu yang slalu hadir di belakangku
Hanya matamu yang mampu tenangkan aku
Kamis, 23 Januari 2014
Selasa, 21 Januari 2014
Pedoman
Diposting oleh
Iir DJJ
di
08.29
Aku belajar kepada sang mentari
tentang sebuah keikhlasan
Aku belajar kepada rintik hujan
tentang sebuah pemberian
Aku belajar kepada kicauan burung
tentang sebuah keceriaan
Aku belajar kepada derai ombak
tentang dendang riang dalam kegelisahan
Aku belajar kepada awan
tentang sebuah keikhlasan
Aku belajar kepada rintik hujan
tentang sebuah pemberian
Aku belajar kepada kicauan burung
tentang sebuah keceriaan
Aku belajar kepada derai ombak
tentang dendang riang dalam kegelisahan
Aku belajar kepada awan
Langganan:
Postingan (Atom)