Aku belajar kepada sang mentari
tentang sebuah keikhlasan
Aku belajar kepada rintik hujan
tentang sebuah pemberian
Aku belajar kepada kicauan burung
tentang sebuah keceriaan
Aku belajar kepada derai ombak
tentang dendang riang dalam kegelisahan
Aku belajar kepada awan
tentang sebuah kesetiaan
Aku belajar kepada bintang
tentang sebuah kejayaan
Aku belajar kepada bulan
tentang sebuah kesabaran
dan aku belajar kepada alam semesta
tentang makna sebuah kelengkapan dan kebesaran
kepasrahan dan kebijaksanaan
meredam amarah yang kian lama terbendung
tetap tersenyum walau sedang berduka
begitu ceritaku
saat semua yang terlalui hampir punah
hanya tersisa sebuah kenangan
indah, manis, bahkan buruk
ikhlas, sabar, pasrah, dan rela
itu yang harus kulakukan
tegap, dan tegar
ditemanai deburan ombak, rintik hujan, dan tetesan air mata
air mata yang siap menapung sgala keluhku
dalam sebuah penyesalan
Saat semua amarahku kian memuncak
saat itu juga mereka datang dan menjadi pedomanku
Saat pagi datang
Sang Fajar membelaiku dengan kehangatannya
Saat malam datang
Bintang dan Bulan datang membawa secercah harapan kejayaan
Di pangkuan sang Bulan, aku menangis dan mengusap tetesan air mataku
Saat aku berada di alam semesta
ku temui deburan ombak yang bersenandung indah
gemuruh angin yang ikut menghampiriku
membuat aku memaknai sebuah hikmah dalam kenangan ini
mungkin sajak-sajak ini bukan sajak bermakna
namun dari sinilah aku mencoba
mengukir, melukis, dan menanam kenangan-kenangan
-Realife-
Selasa, 21 Januari 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar