Selasa, 21 Januari 2014

Pedoman

Aku belajar kepada sang mentari
tentang sebuah keikhlasan

Aku belajar kepada rintik hujan
tentang sebuah pemberian

Aku belajar kepada kicauan burung
tentang sebuah keceriaan

Aku belajar kepada derai ombak
tentang dendang riang dalam kegelisahan

Aku belajar kepada awan

tentang sebuah kesetiaan

Aku belajar kepada bintang
tentang sebuah kejayaan

Aku belajar kepada bulan
tentang sebuah kesabaran

dan aku belajar kepada alam semesta
tentang makna sebuah kelengkapan dan kebesaran
kepasrahan dan kebijaksanaan
meredam amarah yang kian lama terbendung
tetap tersenyum walau sedang berduka

begitu ceritaku
saat semua yang terlalui hampir punah
hanya tersisa sebuah kenangan
indah, manis, bahkan buruk
ikhlas, sabar, pasrah, dan rela
itu yang harus kulakukan
tegap, dan tegar
ditemanai deburan ombak, rintik hujan, dan tetesan air mata
air mata yang siap menapung sgala keluhku
dalam sebuah penyesalan

Saat semua amarahku kian memuncak
saat itu juga mereka datang dan menjadi pedomanku

Saat pagi datang
Sang Fajar membelaiku dengan kehangatannya

Saat malam datang
Bintang dan Bulan datang membawa secercah harapan kejayaan
Di pangkuan sang Bulan, aku menangis dan mengusap tetesan air mataku

Saat aku berada di alam semesta
ku temui deburan ombak yang bersenandung indah
gemuruh angin yang ikut menghampiriku
membuat aku memaknai sebuah hikmah dalam kenangan ini

mungkin sajak-sajak ini bukan sajak bermakna
namun dari sinilah aku mencoba
mengukir, melukis, dan menanam kenangan-kenangan

-Realife-

0 komentar:

Posting Komentar