Jumat, 24 Januari 2014

Benciku, saat Kau Hilang

Haruskah sesakit ini caraku mencintaimu?
Haruskah dengan jutaan tetes air mata aku menunjukkan sayangku?
dan haruskah dengan goresan belati aku membunuh rasaku?

Kasih...
Kau berada dalam pikirku
Kau berada dalam jiwaku
Kau berada dalam mimpiku

Apa kau tak pernah sedikitpun mengerti aku?

Aku perempuan..
Yang berhati mati saat mencintaimu
Hanya suaramu yang ku dengar
Hanya bayangmu yang slalu hadir di belakangku
Hanya matamu yang mampu tenangkan aku


Namun, apa yang kau perbuat?
Segalanya kau sia-siakan
Seluruh nafas yang hembuskan untuk mencintaimu
Seluruh waktu yang ku sisakan hanya untuk mendengar suaramu
Segalanya kau sia-siakan
Saat kau bertemu dengannya

Apa kau tak pernah sadar, berapa lama aku bertahan?
Apa kau tak pernah sadar, berapa sering aku menyayat hatiku sendiri?

Terkadang, aku terlalu munafik saat aku merasa ingin hilang darimu
Namun terkadang aku juga terlalu munafik jika aku tak pernah lelah untuk menunggumu

Tuhan...
Rencana apa lagi yang akan terjadi?
Akankah keindahanku selalu mengandung goresan luka?
Berapa lama lagi aku bertahan?
Dalam rasa yang semakin hari semakin menikam

Apakah dalam gelap dia akan berlarut pergi?
Tiadakah jejak atau sebuah tanda untuk aku kembali?
Apakah dia akan selamanya menghilang?

Tuhan...
Kau tahu, dia adalah candu bagiku
Aku tak pernah bisa kehilangan dia satu detik saja
Aku benci saat dia hilang dari hidupku

Kasih...
Bukankah kau tau, betapa bencinya aku saat berpisah denganmu?
Bukankah kau tau, betapa hancurnya aku saat kau menghilang dariku?
Dimana hatimu! Dimana!

Aku benci, aku benciii keadaan ini

-Realife-

0 komentar:

Posting Komentar