Sabtu, 25 Januari 2014

Rindu Matahariku

Selamat pagi
Bagaimana kabar mentariku pagi ini?
Tetap hangat?
tapi, kenapa aku tak merasakan hangatnya lagi?
Dia menghindariku?
Mungkin :(

ah.. Kicauan burung membuat rindu semakin terasa
Semakin menyiksa


Terbesit pikiran, "Apa kau juga merindukanku?"
Mungkin tidak
Hanya aku
Hanya aku
dan Hanya aku

Aku melihat kau sedang bersenandung cinta
Ku lihat kau sedang bahagia
Aku cukup senang
Aku merasa bahagia

Namun, aku kembali berpikir, "Dengan siapa kau merasakan cinta?"
Bukan dengan aku lagi? :(
Sepertinya begitu

Padahal aku rindu cinta kita
Cinta yang penuh dengan semangat
Cinta yang penuh dengan keikhlasan

Apakah kita hanya terbendung dengan waktu?
Sampai kapan rasa ini tertahankan?
Kata-kata itu seharusnya muncul dalam ucap bibirku
Tapi aku tak kuasa
Aku terlalu takut untuk jauh darimu

Kau saja tak pernah ingin merajut cinta yang dalam denganku
Lantas, buat apa aku harus berkata jujur?
Jujurku saja tak berbuah manis

Memendam rasa memang cukup sakit
Apalagi saat kita melihat yang kita damba bersama yang lain
Rasa itu campur aduk
Senang, Suka, Bahagia
Karena ia bisa tersenyum
Walau tanpa kita

tetapi rasa Sedih, Cemburu, Iri
Itu juga ada
Karena kita tak pernah bisa merasakan bahagianya lagi
Dia bersama yang Lain

Malang, sungguh malang
Apakah nestapa ini tak kunjung berakhir?
Aku rindu sapamu di pagi hari
Aku rindu sinarmu di siang hari
Aku rindu bintangmu di malam hari
Aku rindu lembutmu dalam tidurku

Kasih.. Dengarlah ucap lirih rinduku ini
Rintik hujan...
Sampaikan rasa ini kepadanya
Sapa dia, dan katakan bahwa aku butuh dia

-Realife-

0 komentar:

Posting Komentar