Selamat pagi
Bagaimana kabar mentariku pagi ini?
Tetap hangat?
tapi, kenapa aku tak merasakan hangatnya lagi?
Dia menghindariku?
Mungkin :(
ah.. Kicauan burung membuat rindu semakin terasa
Semakin menyiksa
Terbesit pikiran, "Apa kau juga merindukanku?"
Mungkin tidak
Hanya aku
Hanya aku
dan Hanya aku
Aku melihat kau sedang bersenandung cinta
Ku lihat kau sedang bahagia
Aku cukup senang
Aku merasa bahagia
Namun, aku kembali berpikir, "Dengan siapa kau merasakan cinta?"
Bukan dengan aku lagi? :(
Sepertinya begitu
Padahal aku rindu cinta kita
Cinta yang penuh dengan semangat
Cinta yang penuh dengan keikhlasan
Apakah kita hanya terbendung dengan waktu?
Sampai kapan rasa ini tertahankan?
Kata-kata itu seharusnya muncul dalam ucap bibirku
Tapi aku tak kuasa
Aku terlalu takut untuk jauh darimu
Kau saja tak pernah ingin merajut cinta yang dalam denganku
Lantas, buat apa aku harus berkata jujur?
Jujurku saja tak berbuah manis
Memendam rasa memang cukup sakit
Apalagi saat kita melihat yang kita damba bersama yang lain
Rasa itu campur aduk
Senang, Suka, Bahagia
Karena ia bisa tersenyum
Walau tanpa kita
tetapi rasa Sedih, Cemburu, Iri
Itu juga ada
Karena kita tak pernah bisa merasakan bahagianya lagi
Dia bersama yang Lain
Malang, sungguh malang
Apakah nestapa ini tak kunjung berakhir?
Aku rindu sapamu di pagi hari
Aku rindu sinarmu di siang hari
Aku rindu bintangmu di malam hari
Aku rindu lembutmu dalam tidurku
Kasih.. Dengarlah ucap lirih rinduku ini
Rintik hujan...
Sampaikan rasa ini kepadanya
Sapa dia, dan katakan bahwa aku butuh dia
-Realife-
Sabtu, 25 Januari 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar